Akhirnya datang juga…

Akhirnya datang juga…

Hari yang cukup cerah nampaknya, kebetulan 2 hari yang lalu (28 Oktober 08) aq ‘sedang’ di kampus (emangnya biasanya dimana?..hehe…) setelah makan siang dan mengambil laptopku dikost-annya Bima, aku datang ke kampus…di lobby aku bertemu dengan si Fajar..anak LDK yang ikut DS..dia tiba2 aja langsung nyeplos ‘RUU akhirnya disahkan!!’…apa???? ‘RUU AntiPornografi akhirnya sudah disahkan’!!!, kapan?? wah saya dapat kabar baru saja disahkan, celetuknya..
AKhirnya…RUU AntiPornografi yang penuh pro kontra disahkan juga, lega rasanya. Bagaimana tidak setelah beberapa ‘dekade’ diperdebatkan oleh berbagai kalangan, RUU itu disahkan menjadi UU. Yang membuat saya heran sebelumnya adalah mengapa RUU yang baik ini (setidaknya menurut saya, karena melihat kebobrokan negeri ini yang makin parah, seks bebas merajalela, dsb), masih saja ada orang yang tidak setuju, apakah yang tidak setuju ini merasa khawatir tentang ‘lapak’ mereka yang akan terusik kalo seandainya RUU ini disahkan, biasanya datang dari pihak2 yang bidang pekerjaannya sering mengandung pornografi, seperti insan perfilman maupun pers. Saya cukup sedih melihat kondisi perfilman lokal kita yang kurang bermutu terutama dari Sinetron2nya yang rata2 kurang bermutu secara penyajian (kurang mendidik, disamping temanya itu2 aja), tidak sedikit adegan ciuman, ditambah para pemerannya yang menggunakan pakaian terkadang ‘kurang bahan’, maupun majalah atau tabloid yang banyak mengandung gambar-gambar atau materi yang mengandung unsur pornografi.
Yah..diharapkan dengan adanya UU AntiPornografi dapat memperbaiki moral bangsa dan content acara perfilman dan pers. Kita lihat saja, apakah UU ini hanya sekedar tambahan tulisan saja di dalam kitab perUndang-Undangan atau benar-benar menjadi alat yang ampuh dalam memberantas Pornografi dan Pornoaksi di negeri ini. Ini semua sangat bergantung pada semua elemen bangsa dalam menjalankan UU ini. Bagaimana menurutmu?

1 Response so far »

  1. 1

    Felix J said,

    Menurut saya pribadi, undang-undang ini tuh terlalu ambigu… apakah batasan pornografi? apa yang disebut pornografi?

    misal katanya memakai pakaian yang mengundang birahi, berarti yang menggunakan pakaian renang (bikini misalnya) untuk keperluan berenang, disebut sebagai ponografi?

    Apakah bangsa ini bobrok karena hal-hal ini saja? apakah dengan ada nya UU ini kebobrokan bangsa bisa dibenahi?

    Mari kita lihat di Jepang, walau kita tau bahwa Jepang adalah produsen terbesar kaset2 pornografi di Asia, tapi lihat saja mereka… mereka ttp bertengger menjadi salah satu negara maju di dunia. Karena apa? menurut saya karna mereka ada yang namanya “DISIPLIN”, dan hal-hal lainnya.

    Lagian Pornografi itu adalah hal yang relatif menurut saya… menurutku ini masih lom porno… tapi apakah menurut kamu sama dengan menurut saya? karena pornografi tuh bukan sebuah yang ‘finite’ ato sesuatu hal yang pasti.

    Dengan UU seperti ini keknya, para turis yang mau dateng ke Bali juga resah dengan ada nya UU ini… dan menjadikan sektor pariwisata kita makin turun… nah lho?😛 *Turis2 ke bali justru untuk berjemur… ya kalo berjemur di pantai tentu sja menggunakan pakaian yang minim… skrg dengan UU ini, mereka bisa saja kan dipidanakan? sekarang kalo saya seorang bule, mendingan saya ke hawaii atau ke negara lain yang mempunyai pantai mirip2 bali ketimbang di Bali ! *

    Just My 2 Cents..


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: