Memilih atau…..

ObamaVSMcCain

ObamaVSMcCain

Dunia global sedang mengalami kecanduan, bukan kecanduan alkohol ataupun extacy, tapi karena sekarang2 ini lagi musimnya pemilihan…baik pemilihan Bupati, Gubernur, presiden (presiden kelas kampus sampai kelas nasional…hehe..coz bentar lagi PEMIRA) sampai pemilihan calon istri (lho..?? kalo yang ini saya lagi nyari, berminat?? hehe..)…gak percaya?? liat aja, dalam hitungan hari lagi Pemilihan presiden Amerika akan diadakan, cukup seru lho…yaitu antara Barrack Obama dengan McCain. Keduanya dianggap sangat ideal untuk bersaing. Mengapa? karena keduanya sangat2 berbeda dari berbagai segi maupun sudut pandang, berikut faktanya :

  • Pertama, dari segi umur = > Obama itu muda bgt.., masih 47 th. dan McCain kebalikannya..usianya bentar lagi (72 th)….maksud? wah..gak boleh gitu, coz usia tuh ditangan Tuhan, tul ga?
  • Kedua, dari segi Pengalaman => Obama baru 2 tahun pengalaman di kancah politik Nasional alias masih seumur jagung pengalamannya, dan McCain dah jadi Senator sejak 1987 s/d sekarang!!! (wah..itu kan tahun aku lahir🙂 ). Tapi, karir Obama di kancah politik bisa dibilang seperti roket, sangat drastis kenaikannya.
  • Ketiga, kehidupan masa lalu yang sangat kontras, => Obama tuch pernah mengalami hidup yang sangat keras, yaitu pernah hidup tanpa kedua orang tua, suka pindah2 tempat tinggal (Hawaii, Kansas, Texas, Washingto, dan Indonesia!!! ya..Indonesia, dia anak Menteng lho..!!), berkehidupan pas-pasan, dll. Sedangkan McCain tuch memang keturunan Militer, dia merupakan salah satu pahlawan perang Amerika saat perang di Vietnam, dia termasuk kritis, termasuk soal kebijakan dalam dan luar negeri Amerika, dan mulai 1987 dia menjadi Senator AS sampai saat ini.

    Obama's Family

    Obama

  • Keempat, Keturunan, => Obama merupakan blasteran Kenya-Amerika, sedangkan McCain tuch asli ‘produk’ Amerika.
  • Kelima, Isu yang diangkat => Obama mengedepankan isu Ekonomi dalam pencalonannya, sedangkan McCain mengedepankan isu Patriotisme (hehe..mungkin karena Obama tuch bukan ‘produk’ asli Amerika)
  • Liat lebih lengkapnya di sini

Anda memilih siapa?? Obama atau McCain? kalo saya sich Obama…bagaimana dengan anda?

hehe…sudah2!! cukup disini pendahuluannya..(wah..baru pendahuluan?) karena pada artikel ini saya ingin mengangkat suatu fenomena yang lazim ada dalam suatu pemilihan baik itu PEMILU atau yang lainnya. Fenomena itu adalah fenomena ‘memilih’ sesuatu. Memilih bisa saya artikan menunjuk, mempercayakan sesuatu yang merupakan suatu kata kerja (predikat) yang sifatnya aktif (pasifnya adalah dipilih), Ok! so?

Disaat PEMILU, disaat kita menjadi seorang yang memiliki hak pilih (orang yang berhak memilih sesuatu / seseorang) kita hanya ada memiliki 2 pilihan :

  1. Memilih salah satu pilihan dari sekian banyak pilihan (atau dalam PEMILU pilihannya adalah calon Presiden)
  2. Memilih untuk tidak memilih…..

Untuk pilihan kedua, ini yang biasanya kita sebut dengan GolPut (Golongan Putih) atau se-‘golongan’ orang yang memilih untuk tidak memilih. Disaat PEMILU, tidak jarang golongan ini muncul. Jika ditanya kepada mereka alasan kenapa tidak memilih…mereka beralasan bahwa dari semua calon tidakada orang yang tepat, oleh karena itu mereka memilih untuk tidak memilih. Jika dilihat dari alasannya, alasan mereka cukup bisa diterima (minimal oleh mereka sendiri…🙂 ), memilih untuk tidak memilih karena tiada pilihan untuk dipilih oleh mereka (karena dianggap tidak ada pilihan yang tepat). Kekhawatiran mereka jika mereka memilih salah satu pilihan adalah mereka takut salah pilih, karena jika salah pilih maka secara tidak langsung mereka ikut andil dalam kesalahan yang dilakukan oleh yang dipilih. Mereka enggan bertanggung jawab jika salah pilih, makanya daripada salah pilih mendingan tidak usah milih, dalihnya.

Tetapi, cobalah untuk berpikir sejenak, dengan pikiran yang jernih kayak air zam-zam, hati yang cool kayak gw😀, dan dada yang lapang dan terbuka (sst..bagi kaum hawa, don’t do it!! hehe..). Coba pikir, jika kita memilih ataupun tidak memilih, maka efek yang diterima bagi kita adalah sama.

Contoh kasus: dalam PEMILU, saat anda tidak memilih salah satu calon (GolPut), maka jika Pemerintahan yang dipegang oleh calon yang terpilih (sebut saja Mr.Fulan) itu gagal, maka anda pun akan merasakan kegagalan pemerintahan Mr.Fulan. Memang, anda bisa berdalih, “lho kan bukan saya yang milih, jadi saya gak salah kan…dan tidak tanggung jawab”, tapi ingat, anda pun bisa dikatakan bersalah, karena tidak memilih calon yang mungkin lebih baik dari Mr.Fulan, jika saja anda lebih cermat dan tepat dalam memilih. Lagi2 anda bisa berdalih, “kan saya melihat tidak ada calon yang tepat untuk dipilih”, tapi kembali lagi2 anda bisa dikatakan bersalah, kenapa tidak meluangkan waktu untuk mencari tahu calon yang ‘paling’ tepat diantara semua pilihan, ‘paling’ tepat disini bukan berarti calon tersebut harus sempurna segala-galanya, karena tak ada manusia sempurna, maka dari itu carilah calon yang paling tepat mengatasi masalah2 di negeri ini (‘salah satu‘-nya bisa dilihat dari issu 2 dan kebijakan yang diangkat). Anda sekali lagi bisa berdalih “Daripada menghabiskan waktu untuk mencari calon presiden yang tepat, lebih baik melanjutkan pekerjaan atau tugas saya”, Ok! Anda punya banyak tugas dan pekerjaan, tapi cobalah bayangkan, lebih baik mana, menghabiskan waktu sejam dua jam, sehari dua hari, seminggu dua minggu, demi ber-ikhtiar mencari calon yang paling tepat, atau menghabiskan waktu 1 periode kepemimpinan presiden (5 tahun) dengan penuh penyesalan, jika ternyata calon yang terpilih gagal dalam mengatasi masalah negeri ini!!

Sekali lagi, cobalah perhatikan kata ‘memilih’ !! tadi kan sudah dijelaskan bahwa kata itu merupakan kata kerja aktif. Berarti dalam hal ini anda dituntut aktif. Dimanapun, aktif dalam berikhtiar / berusaha sangatlah dihargai dan penting. Karena Tuhan pun sangat menghargai sebuah usaha kebaikan yang pro aktif, walaupun belum berhasil mencapai tujuan. Ada kisah menarik ttg hal ini, yaitu ada seorang pembunuh yang telah membunuh 100 orang dan ingin bertobat, lalu oleh seorang alim, disuruhlah pembunuh itu untuk pergi ke suatu tempat yang kondusif untuk bertobat karena banyak orang alim dan sholehnya. Akhirnya pembunuh itu pergi menuju ke tempat yang dimaksud, namun, ditengah perjalanan pembunuh itu meninggal dengan catatan belum pernah berbuat baik dan hanya membawa niat dan usaha untuk bertobat. Akhirnya berebutlah 2 malaikat, yaitu Munkar sebagai pencatat amal kebaikan ‘ngotot’ bahwa si pembunuh ini pantas masuk surga karena sudah berusaha tobat, sedangkan Nakir sebagai pencatat amal keburukan lebih ‘ngotot’ bahwa si pembunuh ini lebih pantas masuk neraka, karena sudah membunuh 100 orang dan belum pernah berbuat baik. Namun, di pengadilan Tuhan Yang Maha Adil, diputuskan bahwa si pembunuh ini pantas masuk surga, karena ternyata jarak dari tempat meninggalnya si pembunuh ke tempat orang2 sholeh lebih dekat dari jarak si pembunuh memulai perjalanan ke tempat orang2 sholeh. Subhanallah!! anda bisa melihat bahwa usaha / ikhtiar itu sangat dihargai di hadapan-Nya. Mungkin dari sini, anda masih bisa berdalih “kan Diam adalah Emas”, Namun, perhatikan dengan seksama, bahwa jangan kaitkan masalah memilih dalam Pemilihan dengan filosofi “Diam adalah Emas”, tentu sangat berbeda, mengapa? karena filosofi “Diam adalah Emas” biasanya digunakan pada saat efek dari diam (tidak aktif) berbeda dengan kondisi tidak diam (aktif), misal : jika anda dipukul oleh seseorang, lalu anda diam dan sabar, maka hal tersebut bisa lebih baik dari pada anda membalasnya, karena bisa terjadi perkelahian (jika dibalas). Itulah analogi untuk filosofi “Diam itu Emas” (versi saya). Tapi, untuk memilih dalam pemilihan, efek dari diam (pasif) dengan memilih (aktif) adalah sama, karena anda terikat sebagai warga negara, acuhnya anda dalam pemilihan tetap anda akan merasakannya, dan aktifnya anda juga tetap anda akan merasakan, jadi dalam hal ini lebih baik anda berusaha mencari tahu mana yang terbaik dari pilihan yang tersedia, kalaupun salah memilih, setidaknya anda sudah berusaha, nilai positif buat anda, walaupun hasilnya negatif. Jika, ada yang bertanya “Lalu, apa yang harus saya lakukan? apa yang harus saya pilih? saya bingung?”, maka cobalah ganti 2 pilihan diatas menjadi :

  1. Memilih salah satu pilihan yang paling tepat dari sekian banyak pilihan
  2. Memilih untuk tidak memilih calon yang kurang tepat dengan memilih calon yang paling tepat.

Anda tinggal memilih dari 2 pilihan tersebut, mana yang anda pilih, terserah, itu hak anda sebagai pemilih, namun yang terpenting adalah saat anda berusaha berikhtiar (dengan misalnya mencari info ttg calon2 yang ada) memilih calon yang paling tepat, maka anda telah menghargai hak pilih anda dan ikut andil dalam perjuangan menyelamatkan bangsa dari masalah2 yang menimpa, kalo tetep gak selamat gimana? yach..namanya juga usaha…tul gak?

semoga bermanfaat dan bisa menjadi sharing pandangan buat yang membaca..😀
ditunggu commentnya…

berikut kata2 mutiara ttg usaha (bonus…) yang saya kutip dari sini

“Love will find you, if you try..”

“Hal terindah yang dapat kita alami adalah misteri. Misteri adalah sumber semua seni sejati dan semua ilmu pengetahuan. (Albert Einstein)”

“Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki. (Mahatma Gandhi)”

“Dan bahwasanya setiap manusia itu tiada akan memperoleh (hasil) selain apa yang telah diusahakannya. (QS. An-Najm: 39)

“Tidak akan pernah ada kesuksesan yang datang begitu saja kepada kita, melainkan kita sendiri yang harus menjemput dan meraihnya dengan segala daya, upaya dan doa.”

“Setelah berusaha dan berdoa sepatutnyalah manusia bertawakal, yakinlah apa yang kita peroleh adalah yang terbaik buat kita, karena Insya Allah kalau kita bersyukur maka nikmat akan ditambah.

“Kebahagiaan dan kesedihan yang dialami manusia dalam hidupnya adalah seimbang, dalam kebahagiaan ada kesedihan dan dalam kesedihan ada kebahagiaan, janganlah berputus asa atas nikmat Allah.”

1 Response so far »

  1. 1

    princessay said,

    kalo saya sih ga milih antara obama atau mc cain, orang ga kenal.. ntar kalo pemilu nya Indonesia Insya Allah saya milih.. Kalopun saya milih Obama aatau Mc Cain, kan suara saya ga ke itung disana,,walupun sampe jerit-jerit juga..
    Tapi yg jelas, ketika kita harus memilih, maka pilihlah, pilih yang terbaik.. Baik untuk rakyat, baik untuk negara, bukan baik untuk keluarga nya aja..

    “Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki. (Mahatma Gandhi)” ::::: Tapi iingat, ketika mendapat hasil dari usaha, jangan menjadi sombong.. Mulut bisa berkata saya tidak sombong,, tapi do u know that : sombong itu sulit dijauhkan dari rasa bangga.. ok..
    “Singa jantan tidak akan mengeluarkan taringnya jika tidak dalam keadaan bahaya atau sedang berburu.. Jadi gunakanlah kemampuan mu di tempatnya.. Keep low profile friend..”


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: