Hidup itu…………

merenung

Subhanallah………Maha Suci Allah

Walhamdulillah………dan Segala Puji Hanyalah Milik Allah

Walaa ilaa ha illallah……….dan Tiada Tuhan Selain Allah

Wallahuakbar…………dan Allah Maha Besar

Sungguh,,,tiada kata yang mampu menggambarkan kesempurnaan nikmat dan karunia yang telah Ia berikan kepada kita semua, bahkan seluruh ibadah dan akhlak baik yang kita lakukan pun, tiada akan mampu membalas semua itu…..

pernahkah terpikir dan terlintas dari pikiran kita,,, hidup, dan makna hidup itu sendiri??

apa itu hidup?? koq kita hidup?? buat apa kita hidup??dll…..

sebenarnya apa sich hidup itu?? pertanyaan singkat namun padat dan dalam yang tersirat di pertanyaan itu sendiri……

hidup,,, sy masih hidup!! saat saya menulis ini pun, saya masih hidup….(ya iyalah….klo gak mana bisa nulis blog😀 )…

mengapa saya masih hidup?? karena saya masih bisa bernafas,, masih bisa makan dan minum,, denyut nadi ini masih mengalir,, dan jantung ini masih berdetak,, serta kulit ini masih merasakan sakit saat kugaruk-garuk alias sedang gatal…😀 . intinya…….seseorang dikatakan masih hidup disaat masih ada ‘aktivitas’ yang dilakukan olehnya,,entah itu bernafas, atau tidur, atau makan, atau yang lainnya…karena masih ada ruh atau bernyawa…sedangkan, seseorang dikatakan mati, disaat tidak ada satupun ‘aktivitas’ yang mampu dilakukan lagi olehnya…karena tiada lagi ruh yang bersemayam dalam dirinya…alias tak bernyawa.

“lantas, mengapa ada hidup dan mati?? mengapa tidak terus menerus hidup,, dan tiada kematian??”

setiap hal memiliki pasangannya…..ada siang ada malam, ada pria ada wanita, ada fajar ada petang, begitu pula hidup, ada hidup ada mati…..setiap yang hidup pasti akan merasakan mati…….namun, setiap orang tiada mengetahui ttg ‘kepastian’ itu terjadi.

“kematian itu………kepastian yang tanpa pasti, kepastian yang misteri”

“we never know about future, but we can predict it and try the best”

siklus hidup terus berjalan,,dan tiap jiwa akan menjalani siklus itu. lahir, tumbuh, dan kelak akan mati. setiap orang yang kini masih hidup maupun telah tiada, dahulunya lahir sbg seorang bayi manusia yang tanpa dosa….lahir dgn perjuangan terdahsyat dari seorang ibu yang rela berjuang diantara hidup dan mati melahirkan sang buah hati…

setelah lahir, kemudian tumbuh berkembang menjadi seorang anak kecil yang akan menjalani kehidupan yang telah ditakdirkan dan nasib yang sedang diusahakan. Ada yang menjalani hidup sebagai seorang pelajar, ada yang sebagai pengamen, ada yang sebagai pedagang, dan ada pula yang menjadi pencopet (na’udzubillahi min dzalik) dan ada pula yang tiada menjalani ‘apa-apa’ alias pengangguran (na’udzubillahi min dzalik).

“menjadi tua itu pasti, namun menjadi ‘dewasa’ itu pilihan. “

setelah beranjak besar, ada yang meneruskan untuk bekerja untuk mencari kemapanan lalu kemudian menikah untuk menyempurnakan agama dan meneruskan keturunan. ada pula, yang memilih untuk menikah lalu mulai bekerja mencari kemapanan untuk diri dan keluarga…

bekerja…….bekerja…….bekerja…….

dari sinilah awal renunganku…….

yup, belum lama ini aku telah berhenti bekerja sebagai programmer fulltime, dan meneruskan idealisme untuk berjuang dengan cara lain, yaitu programmer freelance………namun, bukan itu yang ingin aku share ttg renungan2ku ini…….

sebelumnya…..harapanbaikku  adalah menjadi seorang yang kaya, lalu dengan kekayaan ini membantu orang lain yang membutuhkan,,, aamiin….

lantas, bagaimana menjadi seorang yang kaya? atau setidaknya untuk mencukupi kehidupan sehari-hari? tentunya dengan bekerja…..bekerja dan bekerja……banyak jalan menuju roma, begitupun dalam mencari harta, banyak caranya pula, ada yang dengan jalan yang baik,, ada pula dengan jalan yang buruk,, atau ada yang hartanya halal, maupun yang haram, baik cara maupun sumbernya….

“Kerja => Harta => Hidup”

yup, mungkin inilah jalan berpikir kebanyakan manusia,,, bekerja untuk mencari harta, dan dengan harta ini akan ‘hidup’. hidup, lagi-lagi hidup, kembali ke kata ‘hidup’…..ya…sekali lagi,, seseorang bekerja,, mencari harta,, untuk makan (dan minum tentunya) sebagai cara ‘mempertahankan’ hidup. ada satu kata menarik disini,yaitu  ‘mempertahankan’ hidup. Seperti yang telah kita ketahui bersama, sesuatu yang bernyawa (hidup) pasti akan mati,,,pastilah mati,,,disini saya tidak bermaksud ingin ‘membunuh’ semangat untuk hidup!! namun, ingin sekedar share ttg makna dan memaknai hidup….

saat mencari harta,,seringkali norma-norma kejujuran diabaikan, kejujuran menjadi barang langka yang sulit didapat, dan justru ditinggalkan, bahkan ada yang menganggap ‘kejujuran != cepet kaya’  (naudzubilllahi min dzalik). orang korupsi, saling menyikut, merampas hak orang lain, mencuri, atau cara-cari lain yang diharamkan untuk mencari harta atau ‘mempertahankan hidup’ (naudzubillahi min dzalik). contohnya adalah fenomena korupsi, dari yang kecil-kecilan hingga yang besar-besaran, dari yang sembunyi-sembunyi sampai yang terang-terangan!! masya Allah,,,, yang sering kita lihat, yaitu orang saat membeli sesuatu, minta bon kosong, untuk kemudian dimanipulasi…..alias dikorupsi!!

bukan hanya prinsip ‘mempertahankan’ hidup, ada juga prinsip hidup untuk bersenang-senang, kayak lagunya iwan fals, tak peduli orang susah, yang penting asyik, sekali lagi asyik….huh…ada juga yang rela melakukan apa saja untuk ‘mempertahankan’ kecantikan atau mempercantik diri, sesuatu yang tiada abadi,, sesuatu yang sementara…(naudzubillahi mindzalik). artinya disini banyak dari kita yang sekedar mempertahankan hidup, tanpa berusaha untuk memaknai hidup agar lebih bermakna…..lebih berharga…….lebih hidup……

lantas, apa bedanya kita dengan ‘maaf’ hewan, jikalau kita hidup hanya sekedar ‘mempertahankan’ hidup?

ada pula yang beranggapan, bahwa hidup menjadi lebih hidup jika ‘kesuksesan’ / keinginan duniawinya tercapai….itu ada benarnya….namun, sebuah pertanyaan kembali muncul, setelah ‘kesuksesan’ itu kita raih,,, apalagi yang akan dikejar?? hendak kemana lagi kita?? faaina tadzhabuun..??

dan lantas, jika ‘kesuksesan’ itu belum kita raih, apakah berarti hidup kita belum bermakna?? atau suatu saat, kematian lebih dulu menjemput kita sebelum kesuksesan yang ingin kita raih itu tercapai, bagaimanakah??

ada suatu kisah yang menarik yang semoga bisa menjadi renungan buat saya dan pembaca…….+-

alkisah ada seorang muslim yang beriman dan kaya sedang menunggang kuda,,,d tengah perjalanannya, ada seorang kafir miskin lewat, dan lantas bertanya kepadanya…..”Mengapa engkau kaya dan aku miskin, padahal engkau mengutamakan kehidupan akhirat?”

lantas, dijawablah oleh seorang muslim yang beriman dan kaya tersebut :

“sebaik-baiknya kehidupan orang muslim yang beriman di dunia, adalah lebih buruk dibandingkan dengan seburuk-buruknya kehidupan di surga…..dan seburuk-buruknya kehidupan orang kafir di dunia, adalah lebih baik dibandingkan dengan sebaik-baiknya kehidupan di neraka”

yaps…marilah…sama-sama saling mengingatkan….disini saya bukan berarti hidup saya sudah lebih bermakna, namun, justru sdng belajar memaknai hidup,,,,kesuksesan yang telah kita raih…..harta yang telah kita kumpulkan…..gelar dan jabatan yang telah kita dapatkan….tiada artinya,,,saat itu tidak membawa kita untuk lebih mendekatkan kita kepadaNya dan mensukseskan orang lain…..

“Sebaik-baiknya hidup adalah yang hidupnya paling bermanfaat buat sesamanya”

semoga kita semua menjadi pribadi yang hidup bukan sekedar untuk mempertahankan hidup, namun, bisa menjadikan hidup sebagai bekal yang cukup untuk kehidupan yang selanjutnya,,,kehidupan yang sebenarnya…….hidup yang bermakna……..hidup yang penuh warna kebaikan……….aamiin……

Allah SWT berfirman: “Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya” (QS. Al Kahfi, 18 : 103-104).

7 Responses so far »

  1. 1

    deddy_ds said,

    assalamu’alaikum

    ana suka dengan artikel (postingan) seperti ini. menggugah…

    salam ukhuwah akh…semoga tulisan antum dapat bermanfaat bagi banyak orang, amin.

    • 2

      brainplusplus said,

      wa’alaikumsalam. yup,, doakn ane bs istiqomah utk menggugah lebih banyak orang dengan pengalaman hidup ane……..salam ukuwah jg…aamiin..

  2. 3

    zakiya said,

    assalamu’alaikum
    Baru pertama baca Blog ini….
    Subbhanallah,,,jadi tergugah juga merenung makna kehidupan….
    Aq juga ingin hidup aq bermanfaat untuk orang banyak…Dengan Kaya qt bisa membantu orang-orang yang membutuhkan (berjihad dijalan Allah) amiiin…
    KeeP Fight Never Give Up!!!!!!!

    • 4

      brainplusplus said,

      wa’alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh

      jd teringat kata teman, niat baik insyaAllah dimudahkan… ^_^

  3. 5

    Elang Timur said,

    hidup memang harus seperti pohon, tumbuh keatas tapi juga memberikan manfaat bagi sekelilingnya🙂

    nice post….

    • 6

      brainplusplus said,

      wah2,,, ada master dateng berkunjung k blog saia yg sederhana ini..^^ iya, semoga kita mampu istiqomah untuk terus dapat memberi manfaat bagi sekeliling🙂

  4. 7

    Saino Ge said,

    mudah-mudahan mampu untuk selalu istiqomah….


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: