(salah satu) cara ampuh mencegah serangan virus komputer

Alow semuanya, gimana kbar? kalo sehat, syukur Alhamdulillah…hihihi…dan 1 more question 4 U, gimana kabar kompiemu?kalo kagak ngadat, syukur Alhamdulillah, klo sering lemot, ya…install ulang OSna,,,hihihi….

yup, “install ulang OS,,,,,lagi2 install ulang OS, bosen tau…” kata seorang teman yang kompienya sering di install ulang gara2 kena virus komputer,,,,hal ini memang wajar, mengingat saat terkena virus komputer, (terutama jika OSnya adalah windows yang notabene mudah terkena virus komputer) komputer biasanya jadi lemot, sering hang, bahkan bikin OSnya rusak,,tidak ada cara lain selain repair ato install ulang OS. Hal ini tentunya sangat mengganggu, mengingat banyak program, data, dan konfigurasi yang tersimpan dengan baik harus menjadi berantakan gara2 kena virus komputer, bahkan ada pula yang data-data pentingnya disembunyikan bahkan hilang oleh biang kerok si virus komputer. Banyak motif di dalam pembuatan dan penyebaran virus komputer, baik itu sebagai bahan curhat, promosi, atau bahkan iseng (hoy…para pembuat virus komputer alias vxmaker tobatlah…ingat,,cacian bahkan makian serta sumpah serapah dari orang2 yang teraniaya gara2 virus yang anda buat terlontar untuk anda, dan lagi2 ingat, do’a orang2 teraniaya itu maqbul alias diijabah oleh Tuhan yang Maha Kuasa, so, ati2 ya..๐Ÿ˜€ ).

Lantas, bagaimanakah caranya mengatasi serangan2 virus komputer yang makin hari makin banyak dan mengganas? pertama2 ingat baik2 prinsip ini “lebih baik mencegah daripada mengobati”, sejujurnya sesuai pengalaman penulis lebih susah memperbaiki komputer yang dah terkena virus daripada mencegahnya. Boleh jadi mudah untuk membasmi virusnya, cuma paling susah adalah mengembalikan ke kondisi semula yang mana berbagai konfigurasi dan settingan komputer sudah di acak2 sehingga mengganggu stabilitas dan performansi komputer tsb.

Lantas, bagaimanakah mengimplementasi prinsip “lebih baik mencegah daripada mengobati” serangan virus komputer? ok, pertama2 kita harus tahu dulu, darimana sajakah virus komputer dapat menyebar. Yang saya analisa, kebanyakan virus komputer berasal dari disket ataupun flahsdisk, dan juga dari internet. Untuk disket, saya anggap clear, karena saat ini sudah sangat jarang penggunaan disket, dikarenakan harganya yang bagi penulis relatif mahal dan kapasitasnya yang tidak lagi memadai untuk menyimpan data-data serta hardware (floppy drive) yang sudah langka. Lalu untuk internet, saya juga anggap clear, dengan syarat, anda memiliki antivirus apapun (disarankan antivirus luar negeri seperti Kaspersky, McAfee, Norton, Antivir, AVG, Bit Defender, Avast, dll, karena untuk antivirus dalam negeri belum terlalu mumpuni untuk menangani masuknya dan serangan virus2 dari internet) yang sudah terupdate dengan signature dan database terbaru, ATAU hindari ke situs2 yang rawan mengandung virus, karena biasanya virus2 dari internet akan menginfeksi jika kita biasa atau pernah surfing ke situs2 yang biasanya emang menjadi sarang virus, semisal web torrent, web porno, web virus, web hacking, dll, jika kita jarang ke situs2 jenis tersebut, insyaAllah kemungkinan terinfeksi virusnya sangat minim. Lalu, bagaimanakah dengan flahsdisk? nah, ini dia yang belum bisa saya anggap clear, karena, dari sinilah biasanya virus paling sering melakukan serangan. Mungkin muncul pertanyaan, “lah kan nggak masalah jika antivirus saya sudah terupdate dengan signature dan database terbaru? alias ga’ akan kena virus…”, jawabannya adalah “belum tentu aman”, karena lagi-lagi menurut pengalaman penulis, kebanyakan virus sekarang masih ada yang tidak terdeteksi oleh antivirus dengan update signature dan database terbaru sekalipun, karena memang prinsipnya berlaku demikian “perkembangan virus jauh lebih cepat dan lebih banyak dibanding signature dan database antivirus dalam mengenali virus2 yang ada”, dan penulis pun pernah membuat virus “iseng2” (cuma saya ga’ sebar) dan di ujicoba untuk di scan oleh antivirus dengan signature dan database terbaru, namun hasilnya nihil alias tidak terdeteksi!!! bahkan virus yang penulis buat termasuk kategori “medium” alias cukup mengganggu aktivitas komputer jika sampai aktif dan teknik penyebarannya via flash disk. Disini penulis tidak bermaksud memamerkan virus yang telah dibuat, namun, cuma ingin melakukan penekanan, bahwa ternyata antivirus hanyalah alat untuk “mengurangi” dan “memperkecil” resiko serangan dari virus2 yang ada, tidak memberikan jaminan aman 100% terhadap komputer anda. Dan lagi2 virus itu saya buat berdasarkan tutorial yang tersedia dari buku2 yang beredar bebas di indonesia dan juga internet serta teknik penyebarannya via ‘flash disk’…..ingat,,,flahs disk!! yaps, untuk itulah mengapa saya melakukan penekanan pencegahan virus yang beredar via flash disk. Untuk virus dari internet, relatif “lebih” aman daripada flash disk, jika antivirus yang anda miliki sudah terupdate dengan signature dan database terbaru, mengapa? berdasarkan hipotesa saya, ini disebabkan, media internet cenderung bersifat publik, artinya banyak pihak yang bersentuhan dengan hal tsb. ini menyebabkan jika seandainya beberapa pihak terinfeksi oleh virus dari internet, kemungkinan besar sangat cepat timbul respon penanganannnya, karena biasanya otomatis, orang akan mengirimkan sample virusnya kepada vendor antivirus, sehingga rilis signature terbaru untuk menangani virus tersebut bisa secepatnya muncul. Dan google pun juga melakukan pengecekan terhadap hampir sebagian besar situs-situs yang tersedia di internet, apakah termasuk kategori berbahaya atau tidak (baik itu disebabkan karena mengandung virus, dll). Oooooyyyyy…..katanya mau kasih implementasina, mana nih? dari tadi teori mulu…๐Ÿ˜€ . ok2, justru teori ini penting, sebagai tambahan pengetahuan dan basic dasar penanganannya๐Ÿ˜‰ . Sebelum ke implementasinya, saya ada pertanyaan untuk dijawab “Dari mana / teknik apa (yang sering terjadi) yang membuat seseorang terinfeksi virus dari flahsdisk?”, ada yang bisa jawab?๐Ÿ™‚ , jawaban saya adalah via autorun.

Autorun? apalagi itu? buat apa autorun untuk flash disk? ok, saya akan coba jelaskan, lagi2 ini penting sebelum masuk ke implementasinya (karena implementasinya sangat singkat๐Ÿ˜€ , ya..ini buat nambahin tebel dan panjang artikelnya). Autorun berfungsi sebagai pemicu otomatis untuk mengeksekusi suatu perintah yang akan terjadi saat pertama kali flashdisk atau CD/DVD drive (bahasa gaulnya CD-ROM / DVD-ROM) aktif/dijalankan. Maksudnya gini, saat anda mencolokkan flahsdisk anda atau CD ke dalam CD-ROM, maka jika ada settingan autorunnya, misal settingan autorunnya adalah menjalankan program tertentu, otomatis akan langsung berjalan. Gambarannya gini, apakah anda punya CD/DVD games? misal CD Thief Gold, saat anda masukkan CD tsb. maka “autorun” dari CD tersebut akan jalan, tiba-tiba muncul tampilan/program yang menyediakan pilihan menu install game atau exit. Nah, konsep inilah yang digunakan oleh vxmaker alias pembuat virus untuk menyebarkan virusnya. Jadi, sang virus membuat settingan sendiri yaitu otomatis mengeksekusi program virus melalui autorun.

hehehe…setelah pusing2 dengan teori yang ngalor ngidul, ok, marilah kita terapkan implementasi mencegah serangan virus komputer, khususnya autorun. Step by Stepnya adalah sbb :

1. klik start-> run

2.ketik gpedit.msc , lalu tekan Ok

3. akan muncul Group Policy, masuklah ke User Configuration->Administrative Template, di menu sebelah kanan, pilih “Turn off Autoplay” dan klik 2x, pilihlah Enabled dan tekan Ok

4.masih di Group Policy, lakukan hal yang sama di Computer Configuration->Administrative Template, di menu sebelah kanan, pilih “Turn off Autoplay” dan klik 2x, pilihlah Enabled dan tekan Ok

Otomatis, jika anda melakukan hal ini, maka tidak akan terjadi autorun saat flashdisk atau CD yang dimasukkan kedalam komputer. Sehingga, resiko terkena virus melalui teknik ini sedikit berkurang. Plus BONUS, untuk anda yang sudah bersabar membaca artikel ini yang penuh basa-basi…๐Ÿ˜€ , yaitu saya berikan teknik lain, yaitu, tidak akan bisa mengeksekusi program secara langsung yang ada di flashdisk, maksudnya begini, misal jika ada sebuah program “word.exe” yang ada di flash disk, maka, jika saya jalankan secara langsung program tersebut dari dalam flash disk, maka akan tertolak, namun, jika saya copy dulu program tersebut dan menaruhnya di dalam hardisk atau misal drive data (misal drive C:), maka barulah jika kita jalankan program tersebut tidak akan tertolak alias bisa running. Ini berguna, untuk meminimalisir eksekusi program-program yang berbahaya di luar sepengetahuan kita alias secara background, karena seringkali virus ataupun program berbahaya lainnya jalan secara background mode alias berjalan tanpa diketahui oleh si pemilik komputer (semisal tanpa di klik 2x atau tekan enter untuk menjalankannya sudah langsung jalan tanpa diketahui). Step by Stepnya adalah sbb:

1.Klik start->Control panel

2.klik administrative tools->Local security settings

3.pilih Software Restriction Policies, lalu klik kanan pada Additional Rules, pilih New Path Rule

4.masukkan nama2 drive yang sering digunakan oleh flash disk, misal E:\ atau F:\ dan dengan security level “disallowed” * dan klik Ok

*nb : untuk tahu apa saja nama2 drive yang sering digunakan, gunakan logika ini, misal sebelum anda mencolokkan flashdisk ataupun removable drive apapun ke dalam komputer anda, di windows explorer terdapat 3 jenis drive, misal drive C:\ dan D:\ sebagai hardisk dan drive E:\ sebagai DVD-ROM, dan di komputer / laptop anda hanya terdapat 3 colokkan USB, maka nama2 drive tersebut untuk di “disallowed” adalah F:\, G:\, H:\ (plus E:\ jika anda tidak yakin jika sewaktu-waktu sering memasukkan CD atau DVD yang berpotensi terdapat virus)

Dengan langkah2 diatas, diharapkan meminimalisir atau mencegah serangan virus komputer yang seringkali membuat kita jengkel karena dapat membuat komputer kita lemotzz, ngadat, atau bahkan bikin jebol alias rusak OSnya, ya..ujung2nya install ulang OS deh…btw, tiada kesempurnaan karena kesempurnaan adalah milikNya. Bahkan langkah inipun tidak 100% aman, namun, berdasar pengalaman penulis benar2 meminimalisir dan mencegah sang virus menginfeksi ke komputer kita, kecuali kalo kita sengaja, copy file virus ke dalam komputer kita dan menjalankannya, baik secara sengaja maupun tidak, tentunya langkah2 diatas akan sia2๐Ÿ˜€

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!!

Bravo sepakbola!!! lho?๐Ÿ˜€

8 Responses so far »

  1. 1

    musikdanfilm said,

    Saya pakai Threatfire.. gratis dari internet lumayan bagus menangkal virus

  2. 3

    Thank’s berat for arikelnya

  3. 5

    kelvin said,

    saya pake bitdefender total security,threatfire,superantispyware propesional,dan pc mav……

  4. 7

    dimas_cihuy_kayaknya said,

    keren banget gan…
    jempol dah buat anda…๐Ÿ˜€
    oya,kan server tuh banyak jenis serangannya, cara kita bikin ga diserang or minimal rada susah diserang tuh gmn yah?
    mohon bantuannya… ^^

  5. 8

    CAmz said,

    manteppp….:PP


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: